SOSIOLOGI

Minggu, 28 November 2010

makalah penelitian tindakan kelas

A.    JUDUL
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KONFLIK SOSIAL DENGAN METODE PEMBELAJARAN STAD KELAS XI IPS2 SMAN 1 SUKADANA

B.     BIDANG ILMU SOSIOLOGI

C.    LATAR BELAKANG
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan sosial untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan sikap dan nilai. Sosiologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami kahidupan sosial secara sistematis , sehingga sosiologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta , konsep-konsep, dan prinsip-prinsip saja tetapi merupakan suatu proses penemuan. pembelajaran sosiologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitarnya.

Hasil belajar yang dicapai siswa tidak terlepas dari proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dikelas serta sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Besarnya partisipasi aktivitas siswa dalam belajar merupakan petunjuk dan faktor yang baik dalam menentukan tentang kualitas proses pembelajaran. Untuk memudahkan proses pembelajaran tersebut guru harus dapat memilih strategi, metode  dan model pembelajaran  yang sesuai, agar dapat meciptakan situasi dan kondisi yang kondusif supaya proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai dengan tujuan serta memperoleh hasil yang diharapkan.

Kenyataan yang peneliti alami di lapangan yaitu di kelas XI IPS2 SMAN 1 Sukadana, masih banyak ditemukan sebagian besar siswa menunjukan aktivitas dan hasil belajarnya dalam belajar sosiologi masih belum memuaskan. Hal ini terbukti dari keaktifan dan hasil belajar siswa masih rendah  dan Komunikasi di kelas masih terjadi satu arah yaitu guru (peneliti) sebagai pengajar disamping itu peneliti melihat dari cara belajar siswa dan nilai rata-rata hasil tugas siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS2 SMAN 1 Sukadana yang peneliti koreksi  masih tergolong rendah dan di bawah rata-rata standar Ketuntasan Minimum (SKM) adalah nilai 60.

Dalam mengatasi masalah yang telah dipaparkan di atas tersebut, saya selaku guru sosiologi di SMAN 1 Sukadan sekaligus sebagai peneliti ingin memecahakan masalah yang saya temukan yaitu rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi khususnya pada materi konflik social siswa kelas XI IPS2 SMAN 1 Sukadana tersebut dengan model (Student Teams-Achievement Divisions) STAD

D.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian yang telah di tulis pada latar belakang di atas, penulis dapat merumuskan masalah penelitian yaitu Bagaimana penerapan atau pelaksanaan model pembelajaran diskusi dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa?.

E.     TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa/i serta bagaimana penerapan model pembelajaran  diskusi di kelas X SMAN 1 SUKADANA, secara lebih mendalam tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk:
1.      Untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa kelas X SMAN 1 SUKADANA dalam mengikuti proses pembelajaran Sosiologi khususnya pada materi konflik sosial
2.      Untuk mengetahui hasil siswa X SMAN 1 SUKADANA setelah menggunakan mtode pembelajaran diskusi.

F.     MANFAAT PENELITIAN
Adapun yang menjadi manfaat dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
Manfaat bagi peneliti dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaiman meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran diskusi.
2. Bagi Siswa
Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat memebantu siswa  dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar.
3. Bagi Guru
Melalui penelitian tindakan kelas ini mudah-mudahan dapat membantu guru agar dapat meningkatkan moivasi dan hasil belajar siswa.
4. Bagi Pihak Sekolah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai model pembelajaran yang digunakan dalam rangka upaya perbaikan mutu hasil belajar siswa di sekolah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Pengertian aktivitas belajar
1)      Aktivitas
Menurut Anton M. Mulyono (2001 : 26), Aktivitas artinya “kegiatan atau keaktifan”. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non-fisik, merupakan suatu aktifitas.
Menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar.

2)      Belajar
Menurut Oemar Hamalik (2001: 28), belajar adalah “Suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan”. Aspek tingkah laku tersebut adalah: pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap.
Sedangkan, Sardiman A.M. (2003 : 22) menyatakan: “Belajar merupakan suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori”.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif, seperti yang dikemukakan oleh Rochman Natawijaya dalam Depdiknas(2005 : 31), belajar aktif adalah “Suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek koqnitif, afektif dan psikomotor”.

Keaktifan siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Siswa dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti : sering bertanya kepada guru atau siswa lain, mau mengerjakan tugas yang diberikan guru, mampu menjawab pertanyaan, senang diberi tugas belajar, dan lain sebagainya.

B.     Hasil Belajar
Menurut Dimyati dan Mudjiono, hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar.

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan

C.    Konflik  sosial
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Menurut Kartono & Gulo (1987), konflik berarti ketidaksepakatan dalam satu pendapat emosi dan tindakan dengan orang lain. Keadaan mental merupakan hasil impuls-impuls, hasrat-hasrat, keinginan-keinginan dan sebagainya yang saling bertentangan, namun bekerja dalam saat yang bersamaan.

Konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seorang terhadap dirinya, orang lain, orang dengan kenyataan apa yang diharapkan (Mangkunegara, 2001). Konflik juga merupakan perselisihan atau perjuangan di antara dua pihak (two parties)yang ditandai dengan menunjukkan permusuhan secara terbuka dan atau mengganggu dengan sengaja pencapaian tujuan pihak yang menjadi lawannya (Wexley &Yukl, 1988).

Pertentangan dikatakan sebagai konflik manakala pertentangan itu bersifat langsung, yakni ditandai interaksi timbal balik di antara pihakpihak yang bertentangan. Selain itu, pertentangan itu juga dilakukan atas dasar kesadaran pada masing-masing pihak bahwa mereka saling berbeda atau berlawanan (Syaifuddin, dalam Soetopo dan Supriyanto, 2003).

Konflik dapat dikatakan sebagai suatu oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok, organisasi-organisasi yang disebabkan oleh adanya berbagai macam perkembangan dan perubahan dalam bidang manajemen, serta menimbulkan perbedaan pendapat, keyakinan dan gagasan

D.    Metode
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Menurut  T. Hani Handoko ( 2003:252), mengemukakan bahwa motivasi adalah: “Keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan”.

Menurut H. Hadari Nawawi (2003:351), pengertian dari motivasi adalah: “Suatu keadaan yang mendorong atau menjadi sebab seseorang  melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar”., Sedangkan Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara (2002:95), mengatakan mengenai motivasi adalah “kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja”.

Dari pengertian-pengertian motivasi diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya.

E.     METODE PENELITIAN
1.      Bentuk  penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian  tindakan kelas ini instrumen yang akan digunakan peneliti adalah observasi atau pengamatan langsung pada guru dan siswa, penyebaran angket dan wawancara kepada siswa. Observasi atau pengamatan langsung dilakukan pada siswa yang dilaksanakan pada saat pelaksanaan proses belajar mengajar, tujuan ini ialah untuk menemukan kendala-kendala yang menjadi penghambat dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa sedangkan Penyebaran angket dan pelaksanaan wawancara pada siswa setelah peneliti melakukan penelitian tindakan yang dilakukan pada setiap siklus hal tersebut bertujuan untuk mengukur dan mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi khususnya pada materi konflik sosial.
Dalam Pelaksanaan tindakan kelas,  peneliti menggunakan dua siklus. Adapun pelaksanaan kedua siklus tersebut  ialah sebagai berikuat:

a)      Siklus Pertama
Pelaksanaan proses pebelajaran pada siklus pertama mata pelajaran sosiologi khususnya pada materi konflik sosial menggunakan model pembelajaran Jigsaw oleh peneliti sekaligus guru dengan tindakan atau langkah-langkah sebagai berikut:
1)      guru mempersiapkan rencana pembelajaran
2)      Pada pertemuan pertama saya selaku guru menjelaskan pengertian konflik social dengan secara umum yaitu hanya sebagai pembukaan
3)      Guru membentuk kelompok, yang masing-masing kelompok  anggotanya terdiri dari 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
4)      Guru memberi tugas sesuai materi kepada masing-masing kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat  menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
5)      Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu (kerja sama)
6)      Memberi evaluasi
7)      Kesimpulan
8)      Penutup

b)     Siklus Kedua
proses pembelajaran pada siklus kedua ini akan peneliti laksanakan berdasarkan yaitu sebagai berikut:
1)      hasil refleksi padasiklus pertama dan rencana pembelajaran
2)      pelaksanaan tindakan perbaikan melalui proses belajar mengajar
3)      pelaksanaan evaluasi
4)      pelaksanaan analisis hasil belajar dan hasil observasi

2.      Teknik dan alat pengumpulan data
a)      Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data dalam pemnelitian tindakan ini dilakukan dengan cara observasi langsung
b)     Alat pengumpulan data
Alat pengumpulan data dalam penelitian tindakan ini dilakukan dengan menggunakan soal test.

c)      Validitas data
Dalam pernelitian tindakan ini akan dilakukan validisi data yaitu dengan melihat bukti fisik di lapangan, observasi dan sekaligus wawancara langsung dengan siswa.

3.      Analisa data
Dalam penelitian tindakan ini akan dilaukan analisis data secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi

F.     PERSONALIA PENELITIAN
Dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas ini agar berjalan dengan baik peneliti ditemani oleh beberapa persnalia yaitu sebagai berikut:
1. Sudirman Hatta: Selaku peneliti sekaligus sebagai guru Sosiologi.
2. Kurniawan        : Anggota penilai sekaligus Wali Kelas XI IPS2 SMAN Sukadana.

G.    JADWAL PENELITIAN
Dalam melaksanakan penelitian kelas ini agar dapat berjalan dengan baik peneliti memerlukan waktu 4 kali pertemuan dengan membuat jadwal kegiatan yaitu sebagai berikut:


SIKLUS I
Hari/ tanggal
Waktu
Kelas
Personalia
Senin, 10 -05 -2010
07.00 s/d 08.30
XI IPS2
1. Sudirman Hatta



2. Kurniawan




Rabu, 12-05-2010
08.30 s/d 10.00
XI IPS2
1. Sudirman Hatta



2. Kurniawan





SIKLUS II
Hari/ tanggal
Waktu
Kelas
Personalia
Senin, 17 -05 -2010
07.00 s/d 08.30
XI IPS2
1. Sudirman Hatta



2. Kurniawan




Rabu, 19-05-2010
08.30 s/d 10.00
XI IPS2
1. Sudirman Hatta



2. Kurniawan





H.    OBSERVASI DAN ASSESTMENT
Observasi dilakukan pda siklus satu untuk mengamati prilaku siswa, motivasi, metode pembelajaran, suasana pembelajaran dan materi yang disampaikan. Dalam penelitian ini pelaksanaan observasi akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran. Observsi ini dilakukan oleh seorang observer atau lebih dalam hal ini observer yang dimaksud adalah orang yang akan melaku tindakan itu sendiri dan anggota tim yang lain. Observasi ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data baik data kuantitatif maupun data kualitatif. Data kualitatif akan dikumpulkan melalui observasi langsung melalui guru dan siswa di kelas, sedangkan data kuantitatif akan diperoleh melalui peyebaran angket, wawancara serta evaluasi. Alat bantu yang digunakan dalam melaksanakan obserasi langsung yaitu tape rokorder, lembar angket, lembar soal.

I.       ANALISIS DAN REFLEKSI
Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari setiap langkah yang dilakukan meliputi:
1.      dalam penelitian ini data yang akan dikumpulkan oleh peneliti terdiri dari dua jenis yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.
2.      data kualitatif akan diperoleh oleh peneliti melalui pengamatan langsung kepada guru yaitu bagaimana guru memberikan motivasi siswa sebelum pelaksanaan proses pembelajaran dan kepada siswa yaitu bagaimana motivasi dan minat siswa dalam proses pembelajaran berlangsung.
3.      adapun data kuantitatif diperoleh melalui pelaksanaan evaluasi yaitu dilakukan kepada siswa dengan cara tertulis seperti penyebamberan angket dan pemberian soal ganda dan uraian.
Berdasarkan data di atas ternyata masih belum bisa meningkatkan motivs dan hasil belajar siswa maka peneliti akan melakukan refleksi, adapun tahapan refleksi tersebut yaitu sebagai berikut:
1.      Refleksi pertama akan dilakukan peneiti jika hasil penelitian diperoleh rata-rata motivasi kurang dari 50% dan hasil belar siswa masih berada di bawah  atau di bawah standar kelulusan maksimum yaitu dengan nilai 60 dan apa bila Refleksi I belum berhasil maka penelitian melakukan Siklus  yang ke 2 dengan model yang sama
2.      refleksi kedua akan dilakukan pneliti tetapi masih mengunakan metode pembelajaran diskusi tetapi proses dan stratgi pembelajaran yang digunakan berbeda dengan siklus I. Jika dari hasil penlaian pada siklus kedua ini, nilai yang diperoleh rata-rata siswa meingkat hingga mencapai 75 % dan diatas nilai rata-rata SKM, maka peneliti tidak akan lagi melakukan siklus ketiga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar